Cara Menulis Buku Referensi yang Baik

Buku Referensi merupakan buku referensi yang baik berupa suatu media yang berisi kumpulan fakta-fakta terkait yang dijadikan satu bidang pengetahuan. Dengan kata lain, buku referensi merupakan buku yang berisi informasi ringkas dan padat semacam ensiklopedia, kamus, atlas, dan jenis-jenis buku pedoman lainnya.

Dalam dunia pendidikan, buku
referensi dijadikan salah satu sumber ajar bagi guru atau dosen dan merupakan
salah satu tipe buku ajar yang dikeluarkan oleh Dikti.

Buku tipe ini berisi informasi
yang berupa mudah untuk ditemukan supaya pencarian information menjadi lebih
efisien. Buku referensi yang baik tidak ditentukan bagaimana penulisan buku
berikut dilakukan, tetapi lebih kepada jumlah information dan referensi
information secara komprehen.

Beberapa tanda-tanda buku
referensi yang baik :

  1. Buku
    ini dari hasil penelitian.
  2. Buku
    ini digunakan oleh dosen untuk mengajar dan meneliti.
  3. Ciri
    khas konten dan mengisi sesaui rangkaian logika atau rangkaian keilmuan, misal
    studio case, dan juga ilustrasinya.
  4. Bentuk
    penyajiannya dengan bahasa resmi sesuai kaidah format penulisan ilmiah
  5. Dipublikasikan
    dengan ISBN (International Standart Books Number) dan diedarkan ke penduduk
    luas.
  6. Isi
    subtansi didalam buku hanya mengulas satu bidang pengetahuan saja.
  7. Tebal
    buku paling sedikit 40 lembar dan berukuran standar unesco ukuran min 15.5 cm x
    23 cm.
  8. Dapat
    digunakan sebagai referensi, citasi, dan bisa ditulis didalam daftar referensi
    ilmiah.

Dalam menulis buku referensi yang
baik, ada beberapa syarat yang harus ada, diantaranya:

Kelayakan Materi

Sebagai buku yang mengutamakan
edukasi, maka menulis buku referensi harus memenuhi syarat kelayakan materi
atau kelayakan isi. Isi buku yang baik sesuai dengan Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti disusun oleh penulis supaya tidak nampak dari
pakemnya. Disamping itu, penulis juga harus mencermati kompetensi dasar mata
pelajar, demi menciptakan keselarasan dengan pengetahuan yang akan ditulis.

Setiap disiplin pengetahuan satu
dengan yang lain mempunyai kompetensi dasar yang berbeda-beda. Misalnya
mengenai substansi keilmuan, demografi, life skill, hingga wawasan.

Kelayakan Pengemasan

Prinsipnya, penulis memberi
tambahan penampilan mengisi buku yang simple supaya mudah dipahami. Apa saja
kelayakan pengemasan yang sesuai system? Setidaknya Anda bisa mencermati
tentang teknik, pembelajaran dan materi yang hendak akan Anda tulis.

Penulis juga tidak ada salahnya
untuk lakukan pemeriksaan penjilidan. Apakah penjilidan telah maksimal atau
sebaliknya. Karena saat ini banyak penerbit yang tidak mencermati kualitas
cetak, asal cetak saja. dampaknya, hasil bukunya mudah rusak.

Kelayakan Penyampaian Bahasa

Penggunaan bahasa buku itu
membuat jadi bosan atau menyenangkan. Seringkali penggunaan bahasa yang tidak
pas karena terjadi ketidaksesuaian demografi dengan usia pembaca. Tidak bisa
dipungkiri bahwa usia pembaca bisa menyebabkan hilangnya semangat untuk
membaca.

Jika buku referensi diperuntukan
untuk pelajar SMA, maka penggunaan bahasa disesuaikan dengan anak SMA. Intinya,
dari aspek keterbacaan, supaya pembaca merasa cocok. Sedangkan dari aspek
kaidah bahasa Indonesia yang baik, bisa dengan mencermati apakah yang ditulis
logis atau tidak.

Kelayakan Kegrafikan

Selain mencermati substansi
mengisi dan penggunaan bahasa, hal yang tidak boleh diabaikan adalah mencermati
kelayakan grafik. Terutama bagi Anda yang mengisi bukunya ditambah dengan
grafik, gambar dan semacamnya.

Setidaknya ada beberapa hal
kelayakan kegrafikan, diantaranya penulisan buku, format tekhnis, desain isi,
kualitas cetakan, desain bagian kulit, kualitas kertas dan kualitas jilidan.
Sebenarnya tidak cuma grafik, gambar atau daftar tabel pun juga berlaku sama.
Terkait tekhnis penulisan grafik harus memenuhi syarat.

Syaratnya adalah, gambar grafik
sesuai dan singkron dengan mengisi gambaran yang sedang di bahas. Kemudian di
bawah grafik, diberi keterangan satu kalimat. Di samping keterangan, di
cantumkan sumber, khusus grafik/tabel yang diambil alih dari sumber lain. Jika
grafik/tabel buatan sendiri, maka tidak harus mencantumkan sumbernya dari mana.

Comments are closed.

css.php
Skip to toolbar