Menyambut Bantuan Pemerintah Bagi Rumah Warga Rusak Pasca Banjir

Tahun baru 2020 menjadi momen paling dikenang khususnya bagi warga Jakarta. Ya, tepat di awal tahun banjir melanda hingga ketinggian air mencapai 4 meter. Warga harus mengungsi dan rumah-rumah rusak akibat genangan air. Dengan demikian bantuan pemerintah menjadi penantian tersendiri bagi warga pasca banjir.

Di tengah keresahan warga, Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) memberikan kabar gembira. Yakni memberi bantuan bagi warga akibat banjir
di ibu kota, terutama bagi rumah warga yang mengalami kerusakan.

Apa Bantuan Pemerintah Bagi Warga Korban Banjir 2020?

Bantuan pemerintah menjadi jalan keluar bagi setiap warga, baik berupa moril maupun
materiil. Pemerintah menyalurkan bantuan melalui BNPB dalam bentuk program
bernama DTH atau Dana Tunggu Harian dan Stimulan Rumah.

  1. Dana Tunggu
    Harian (DTH)

BNPB melaksanakan program DTH sebagai dana yang akan disalurkan
kepada korban banjir. Supaya dipergunakan setiap warga untuk menyewa rumah sementara
selama kurun waktu 6 bulan.

  • Stimulan Rumah

Program kedua bernama Stimulan Rumah sebagai dana yang disalurkan
kepada korban banjir. Kemudian dipergunakan setiap warga untuk membangun
kembali rumah yang telah rusak. Akan tetapi diperlukan beberapa rangkaian
prosedur agar bantuan bisa maksimal dan tepat sasaran.

Jumlah Dana untuk Setiap Program Bantuan Banjir 2020

Pemerintah memberi Dana Tunggu Harian sebesar Rp500 ribu bagi warga
yang memperoleh bantuan DTH akibat rumah rusak berat pasca banjir. Dana
tersebut diberikan kepada setiap kepala keluarga untuk sewa rumah sembari
menunggu hunian tetap selesai dibangun.

Sedangkan bagi warga yang memperoleh bantuan Stimulan Rumah pasca
banjir maka pemerintah akan memberi dana sesuai dengan kondisi kerusakan rumah.
Kriteria jumlah dana yang diberikan sesuai dengan tipe kerusakan, di antaranya:

  1. Rusak berat
    akan memperoleh dana Rp50 juta
  2. Rusak sedang
    akan memperoleh dana Rp25 juta
  3. Rusak ringan
    akan memperoleh dana Rp10 juta

Prosedur Memperoleh DTH dan Stimulan Rumah

Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk
membentuk tim Inventarisasi Lintas Sektor. Tim tugas tersebut melaksanakan
survei langsung ke lokasi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Supaya
warga secepatnya memperoleh bantuan sesuai dengan kondisi terkini.

Simak prosedur memperoleh DTH dan Stimulan Rumah berikut ini:

  1. Tim survei DTH
    dan Stimulan Rumah mengunjungi lokasi rumah secara langsung
  2. Tim survei
    menggolongkan jenis kerusakan rumah yakni Rusak Berat (RB), Rusak Sedang
    (RS)  dan Rusak Ringan (RR)
  3. Tim survei menyerahkan
    data rumah berupa nama pemilik, alamat dan tingkat kerusakan ke kepala daerah
  4. Kepala daerah membuat
    Surat Keputusan (SK) perihal warga yang mengalami kerusakan rumah dan Surat
    Keputusan Tanggap Darurat
  5. Tim dari
    pemerintah daerah melampirkan SK pengajuan DTH dan Stimulan Rumah ke pihak BNPB
  6. Pihak BNPB melakukan
    verifikasi dokumen secara seksama dan diserahkan kepada kepala BNPB
  7. Kepala BNPB menunjuk
    BPBD terkait proses pencairan dana
  8. Bantuan DTH dan
    Stimulan Rumah disalurkan melalui rekening BPBD
  9. BPBD meminta
    warga calon penerima DTH dan pekerja membentuk Kelompok Masyarakat
  10. Warga harus membuka rekening baru guna pencairan dana dari pihak
    BPBD
  11. Setelah dana diterima maka kelompok masyarakat bisa mulai membangun
    kembali rumah yang rusak
  12. Proses pembangunan rumah ini tentu saja diawasi oleh fasilitator daerah
    agar dapat dibangun dengan dana dan waktu sesuai rencana

Pergantian musim kemarau menuju musim hujan mengakibatkan banjir
besar melanda kota-kota besar seperti Jakarta. Maka warga dan pemerintah perlu
melakukan persiapan guna antisipasi bencana agar masalah dapat diselesaikan
secara bijaksana.

Comments are closed.

css.php
Skip to toolbar