Peluang Bisnis Menggigit dari Waralaba Tahu Jeletot Taisi

Peluang Bisnis Menggigit dari Waralaba Tahu Jeletot Taisi – Maraknya bisnis kuliner saat ini merupakan alasan bahwa makanan adalah kebutuhan pokok manusia.

Bisnis kuliner menurut https://undercover.co.id/ merupakan bisnis yang cukup menjanjikan karena banyak sekali sumber daya yang tersedia di alam yang dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi camilan, makanan pokok dan minuman olahan.

Salah satu contoh bisnis kuliner yang cukup menjanjikan untuk dijadikan peluang bisnis adalah Tahu Jeletot Taisi atau Tahu Isi Super Pedas. Bisnis waralaba Tahu Jeletot Taisi ini merupakan peluang bisnis menggigit yang dapat mendatangkan omzet besar dan sangat menguntungkan.

Kisah Usaha Tahu Jeletot Taisi

Seperti dilansir https://www.bandungadvertiser.com/ Rudi Parlinggoman Sinurat yang akrab dipanggil Rudi adalah pemilik bisnis kuliner Tahu Jeletot Taisi.  Pada awalnya, beliau adalah manajer pemasaran di sebuah bank asing.

Namun, pada akhirnya beliau keluar dari zona nyaman dan memutuskan untuk mewujudkan cita-citanya bergelut di dunia bisnis. Setelah resign dari tempatnya bekerja, Bapak Rudi memutuskan untuk memulai bisnis berjualan jamur krispi tepatnya pada bulan Maret 2011.

Beliau berjualan di depan teras rumahnya di Depok. Bisnis jamur krispi pun berjalan selama setahun, hingga belia bersama istri Ibu Rosida Asian Fitri mendapat predikat Master Franchise untuk wilayah Depok.

Bisnis jamur krispi tidak berjalan mulus sesuai harapan, pada tahun ke-2, bisnis ini menurun karena terkendala dengan sulitnya mendapatkan bahan baku. Setelah berpikir panjang, Bapak Rudi memutuskan untuk meninggalkan bisnis jamur krispi dan berusaha memutar otak untuk memikirkan bisnis baru.

Bisnis baru yang akan dirintis oleh Bapak Rudi terinspirasi dari salah satu gerobak penjual tahu yang berada dekat outletnya di Kelapa Dua, Depok.  Bapak Rudi terus mengamati gerobak penjual tahu tersebut karena selalu ramai dikunjungi pembeli.

Pada akhirnya, beliau mencoba untuk membeli tahu pedas tersebut. Setelah mencoba tahu pedas tersebut, Bapak Rudi mencoba resep tahu pedas baru hingga menemukan yang pas.

Resep tahu pedas yang dibuatnya telah mengalami uji coba dalam 2 bulan hingga menemukan rasa yang pas di lidah. Tahu isi ini berbeda dengan tahu isi biasa, tahu isi ini berisi kol dan wortel yang super pedas karena ditambahkan cabai giling di dalamnya kemudian dibalut dengan tepung yang diberi cabai. Bapak Rudi pun menamakan tahu isi hasil inovasinya dengan nama Tahu Jeletot Taisi. Pemberian nama tersebut sangat unik dan menarik karena rasanya pun sangat unik dan enak.

Nama Tahu Jeletot Taisi berasal dari nama tahu jeletot dan taisi. Kenapa disebut tahu jeletot? Orang-orang menyebutnya dengan nama tahu jeletot karena tahu ini berisi kol dan wortel yang sangat pedas, sedangkan nama taisi berasal dari singkatan tahu isi. Nama taisi seperti nama ala Jepang sehingga membuat Tahu Jeletot Taisi menjadi lebih menarik lagi.

Peluang Bisnis Menggigit, Berawal dari 1 Gerobak hingga 5 Gerai dan 80 Mitra Usaha

Pada tanggal 29 Februari 2012, Bapak Rudi resmi menjual Tahu Jeletot Taisi dengan konsep gerobakan. Pada awalnya, beliau berjualan Tahu Jeletot Taisi menggunakan 1 gerobak, kemudian terus berkembang menjadi 2 gerobak karena permintaan konsumen yang menyukai rasa tahu super pedas ini. Dalam kurun waktu setahun,

Bisnis kuliner tahu isi berkembang menjadi 5 gerobak. Penambahan armada gerobak Tahu Jeletot Taisi ini membuat Bapak Rudi bersegera untuk melakukan perbaikan sistem manajemen dan mendaftarkan merek dagang Tahu Jeletot Taisi ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual. Pada bulan Januari 2013, Bapak Rudi mendirikan CV Taisi Corporation dan mengembangkan bisnisnya menjadi konsep kemitraan (bisnis waralaba atau franchise).

Bisnis kuliner Tahu Jeletot Taisi ini terus berkembang hingga Bapak Rudi telah memiliki 5 gerai dan 80 mitra usaha yang tersebar di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Bisnis tahu ini pada awalnya berjalan merangkak, awalnya mendapat omzet Rp200.000,00 laku 73 tahu. Kemudian omzet terus meningkat hingga per hari laku 150 papan atau 8.000 sampai 10.000 tahu yang mana harga jual per tahu antara Rp2.000,00 sampai Rp2.500,00.

Comments are closed.

css.php
Skip to toolbar