Sistem Pertanian Terpadu

Bagi anda yang berprofesi sebagai petani modern yang selalu mengikuti perkembangan teknologi di dalam dunia pertanian, mungkin anda sudah pernah mendengar dengan istilah sistem pertanian terpadu. Bahkan, mungkinandasudah mencoba untuk mengaplikasikan salah satu cara yang sangat berpotensi untuk meningkatkan keuntungan bagi para petani apabila sukses dalam mengaplikasikannya.

Sistem Pertanian Terpadu

Namun hal ini berbeda dengan sebagian
orang yang masih belum terlalu tahu dan masih awam mengenai perkembangan yang
terjadidalam bidang pertanian ini. Petani adalah sebuah profesi yang sangat
berjasa bagi kelangsungan hidup manusia. Di Indonesia sendiri petani adalah
pekerjaan umum yang biasanya diakukan oleh masyarakat di perdesaan. Mungkin,
banyak yang berpikiran bahwa petani adalah sebuah pekerjaan yang bisa dibilang
tidak terlalu memiliki potensi untuk menjadikan seseorang meraih kesuksesan.

Perlu sobat ketahui, bahwa keyakinan
atau pemikiran seperti ini sangatlah tidak benar. Apalagi saat ini ada sebuah
sistem yang dapat membuat petani akan menjadi sukses dan sejahtera. Ya sistem
yang saya maksud adalah sistem pertanian terpadu. Mungkin bagi andayang masih
awam dalam bidang pertanian, masih bingung atau bahkan tidak tahu apa itu
sistem pertanian terpadu.

Lantas seperti apa sih sistem
pertanian terpadu ini? Bagi anda yang penasaran dan ingin menambah wawasan
dengan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan sistem pertanian terpadu, maka
anda tidak perlu khawatir. Mengapa demikian? Karena pada kesempatan kali ini
saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai sistem pertanian terpadu.

Perlu anda ketahui bahwa jumlah petani
di negara Indonesia saat ini telah menjadi profesi yang cukup banyak
digandrungi oleh masyarakat terutama di lingkungan perdesaan. Bahkan mereka
setiap hari sekali bersemangat untuk menjemput rezeki mereka melalui kegiatan
pengolahan tersebut. Namun, dari sekian banyak petani yang ada di negara
Indonesia, tidak memiliki tingkat atau taraf kehidupan yang layak.

 Bertahun-tahun mereka mengolah lahan untuk
mencukupi kebutuhan mereka namun, hasilnya juga tidak terlalu memuaskan.
Mungkin  karena mereka belum mengetahui
suatu sistem pertanian yang dapat menghasilkan begitu banyak manfaat dan juga
mendatangkan banyak keuntungan. Ya, sistem pertanian yang saya maksud adalah
sistem pertanian terpadu. Perlu anda ketahui, bahwa banyak para petani modern
yang telah mengaplikasikan sistem pertanian terpadu. Lantas apa sih yang di
maksud dengan sistem pertanian terpadu tersebut?

Sistem pertanian terpadu bisa
dideskripsikan sebagai suatu sistem yang digunakan dengan cara menggabungkan berbagai
aktivitas seperti pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu-ilmu
lain yang terkait dengan bidang pertanian dalam satu lahan, sehingga di
harapkan dapat menjadi salah satu cara atau upaya untuk meningkatkan
produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta
pengembangan desa secara terpadu.

Dengan mengaplikasikan sistem
pertanian terpadu ini diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga
jangka panjang para petani berupa pangan, sandang, dan kapan akan tercukupi
dengan sistem pertanian yang satu ini. Berikut ini merupakan beberapa ulasan
mengenai sistem pertanian terpadu,antara
lain:

  1. Model
    sistem pertanian terpadu

Sistem pertanian terpadumemiliki sebuah model dalam satu siklus biologi (integrated bio cyclefarming) yang tidak ada limbah, artinya semua yang ada dalam sistem pertanian terpadu dapat bermanfaat. Misalnya limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sedangkan limbah peternakan dapat diolah menjadi biogas dan kompos sehingga impian  membentuk masyarakat tani yang makmur dan mandiri terkonsep dengan sangat jelas.

Konsep terapan yang diaplikasikan pada kegiatan pertanian terpadu akan
mendapatkan hasil yang bernama F4 dan merupakan salah satu langkah pengamanan
yang bisa dilakukan terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan dan energi
secara dalam ruang lingkup negara atau nasional terutama pada area – area vital
di Indonesia. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai F4 antara lain:

  • F1 [FFOOD]

Berbagai pangan manusia (beras, jagung, kedelai, kacang-kacangan,
jamur, sayuran dan lain-lain), hasil atau produk peternakan (daging susu,
telur, dan lain-lain), produk budidaya ikan air tawar (lele, mujaer, nila,
gurame, dan lain-lain) serta hasil perkebunan 
(salak, jeruk, kayu manis, sirsak, dan lain-lain).

  • F2 [FEED]

Pakan ternak sendiri bisa dikategorikan sebagai ternak unggas
(ayam, itik, bebek, angsa, burung dara, dan lain-lain), ruminansia (sapi,
kambing, kerbau, kelinci), pakan ikan budidaya air tawar (ikan hias dan ikan
konsumsi). Dari proses pembudidayaan tanaman padi yang dilakukan tersebut akan
dihasilkan beberapa produk utama (bahan pokok) seperti halnya beras dan produk
sampingan bekatul, sekam padi, jerami, dan kawul, semua produk sampingan
apabila diproses lebih lanjut masih memiliki kegunaan dan nilai ekonomis yang
layak kelola.

Malai kosong dan jerami bisa disimpan sebagai hay atau sebutan
populernya(bahan pakan kering untuk ternak ruminansia atau di buat sillage
(makanan hijau terfermentasi), sedangkan bekatul sudah tidak asing lagi sebagai
bahan pencampur pakan ternak (ruminansia, unggas, dan ikan). Pakan ternak ini
berupa pakan hijau dari tanaman pagar, azolla, dan enceng gondok.

  • F3 [FUEL]

Yaitu akan dihasilkan energi dalam berbagai bentuk mulai dari
bentuk energi panas (bio gas) yang digunakan untuk kebutuhan domestik atau
masak memasak, energi panas untuk industri makanan di kawasan pedesaan juga
untuk industri kecil. Hasil akhir dari biogas adalah bio fertilizer berupa pupuk
organik cair dan kompos. Pemakaian langsung lembu atau sapi untuk menarik
pedati, kerbau untuk mengolah lahan pertanian, sebenarnya adalah produk
berbentuk fuel atau eneri.

Sekam padi dapat dikonversi menjadi energi (pembakaran langsung
maupun gasifikasi) dan masih akan menghasilkan abu atau arang sekam yang dapat
diimplementasikan sebagai pupuk organik, sementara apabila energi sekam padi
digunakan untuk gas diesel engineakan didapatkan lagi hasil sampingan berupa
asap cair (cuka kayu)  yang dapat digunakan
untuk pengawet makanan atau campuran pestisida organik.

  • F4 [FERTILIZER]

Yaitu sisa produk pertanian melalui decomposer maupun
pirolisisakan menghasilkan organic fertilizer dengan berbagai kandungan unsur
hara dan C-organic yang relatif tinggi. Bio/organic fertilizer bukan hanya
sebagai penyubur akan tetapi juga sebagai perawat tanah (soilconditoner) yang
dari sisi keekonomisan maupun karakter hasil produknya tidak kalah dengan pupuk
buatan (organicfertilizer) bahkan, dalam kondisi tertentu akan dihasilkan bio
pestisida (dari asap cair yang dihasilkan proses pirolisis gasifikasi) yang v
dapat dimanfaatkan sengau bahan pengawet makanan yang tidak berbahaya (bio
preservative). Dari semua keterangan F4 di atas, maka dapat kita simpulkan
betapa banyaknya manfaat yang dapat kita peroleh hanya dengan mengaplikasikan
sistem pertanian terpadu ini.

  • Tujuan  sistem pertanian terpadu

Sistem pertanian terpadujuga
memiliki tujuan. Lantas apa sih tujuan menggunakan sistem pertanian terpadu?
Tujuan dari sistem pertanian terpadu antara lain yaitu, memasyarakatkan sistem
pertanian terpadu sebagai suatu pertanian yang B lestari dimana lokasi tanah
diperhatikan dalam ditingkatkan untuk menjamin kelangsungan siklus yang
berkesinambungan.

Membentuk masyarakat tanin yang mandiri dan peduli terhadap
lingkungan serta sadar akan jati dirinya sebagai penjaga alam. Meningkatkan
taraf hidup kesejahteraan masyarakat 
yang adil dan merata dengan pola pikir yang maju dan pola hidup sederhana.

Membentuk suatu ikatan kerja sama dalam bentuk pertanian inti
rakyat serta membangun kerja sama yang sejajar dalam memenuhi kebutuhan
terutama dalam bidang pertanian. Dan yang terakhir yaitu memenuhi kebutuhan
pasar akan makanan yang sehat dan bebas polisi guna meningkatkan kualitas dalam
persaingan.

  • Keuntungan
    sistem pertanian terpadu

Sistem pertanian terpaduakan
memberikan banyak sekali manfaat dan keuntungan apabila sukses untuk di
terapkan. Anda dapat memperoleh berbagai macam keuntungan dengan menjalankan
atau mengaplikasikan sistem pertanian terpadu ini. Lantas, apa saja sih
keuntungan yang akan anda dapatkan dari sistem pertanian terpadu ini?

Perlu anda ketahui bahwa pada pertanian terpadu, hampir seluruh
limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan. Artinya, pertanian terpadu dapat
menekan timbulnya limbah pertanian. Hal ini dikarenakan sektor yang satu pasti
dapat memanfaatkan hasil limbah dari sektor yang lainnya. Oleh karena itu,
sebaiknya dalam sistem pertanian terpadu melibatkan lebih dari dua sektor,
seperti sistem pertanian terpadu dengan sektor atau bidang perikanan  dan peternakan.

Adanya semua sektor tersebut akan melengkapi ekosistem dan seluruh
komponen produksi dapat dimanfaatkan oleh komponen produksi yang lainnya.
Dengan demikian, akan tercapai efisiensi produksi dengan jumlah limbah yang
sangat sedikit. Sekian keuntungan dari biaya produksi, petani yang menerapkan
sistem pertanian terpadu juga akan memperoleh penghasilan lebih.

Adanya sektor lain seperti perikanan dan peternakan menyebabkan
adanya sumber pendapatan dari sektor atau bidang selain pertanian. Benefit akan
semakin banyak apabila pengelola lahan mampu memanfaatkan limbah untuk diolah
menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Salah satu produk olahan yang
berasal dari limbah yang banyak sekali di cari dipasarkan adalah pupuk kompos.
Pupuk kompos banyak digunakan sengau campuran media tanam tanaman hias di
kota-kota karena memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.

  • Sistem
    pertanian terpadu berbasis biogas

Sistem pertanian terpaduberbasis
biogas ini dibentuk oleh salah satu lembaga pemerintah Nomor kementerian di
Indonesia yang dikoordinasikan oleh kementerian negara riset yaitu LIPI
(Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Sistem pertanian terpadu ini berangkat
dari pengembangan peternakan sapi di Indonesiayang menghasilkan kotoran yang
begitu melimpah.

Kemudian kotoran sapi ini diolah dengan menggunakan alat biogas
yang bertujuan untuk menopang kebutuhan pertanian. Dalam hal ini bisa diartikan,
bahwasannya alat biogas mampu memproduksi energi untuk kebutuhan rumah tangga
petani dan olahannya. Selain itu efluen atau sampah biogas dapat digunakan
sebagai sumber pupuk organik yang dipakai untuk kegiatan bercocok tanam maupun
tambahan hijauan pakan ternak. Peralatang biogas memang bisa digunakan sebagai
penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas tersebut, salah satunya
di uji coba kan dalam penelitian di daerah Kapitan Meo kabupaten Belu, Nusa
Tenggara Timur (NTT).

Penelitian dilakukan dengan membuat unit biogas dengan kapasitas
ukuran 27.000 liter. Alat biogas itu di buat dengan menggunakan ukuran nominal
penampungan gas yang berdiameter 3 meterdengan tinggi 2,4 meter. Volume
tersebut diasumsikan untuk menampung kotoran sebanyak 9 (sembilan) ekor sapi.

Bahan pembuatan digester di buat dengan menggunakan beton
bertulang, saluran pengumpan, dan saluran efluen-nya (saluran sampah) terbuat
dari pipa PVC dengan ukuran diameter mencapai 4 inchi. Bak pengumpan dan efluen
berasal dari pasangan bata atau batako dengan diameter mencapai ukuran 300 cm dengan
tinggi mencapai ukuran 240 cm dan ukuran kapasitas tampungnya mencapai  15.000 liter (lima belas ribu liter).

Comments are closed.

css.php
Skip to toolbar