Hal yang Harus Diketahui Bagi Wajib Pajak

Pajak merupakan kewajiban bagi setiap warga negara yang menurut undang-undang telah dapat dimasukkan ke dalam golongan wajib pajak, besarnya setoran pajak tentu tidak sama antara orang yang satu dengan orang yang lain, banyak faktor yang mempengaruhi nya seperti misalnya besarnya gaji yang diterima, banyaknya harta yang dimiliki, aset-aset yang dikelola dan masih banyak hal lain terkait itu.

wajib pajak

wajib pajak

Pada 2016 lalu target pajak kita tidak terpenuhi, hal ini mengindikasikan masih banyaknya masyarakat kita yang mangkir pajak atau bahkan mengalihkan aset-aset miliknya ke luar negeri. oleh sebab itu beberapa waktu lalu media baik cetak maupun elektronik cukup diramaikan dengan berita soal tax amnesty atau pengampunan pajak. Hal itu dilakukan semata-mata demi meningkatkan pemasukan negara dari pajak yang merupakan salah satu pemasukan terbesar bagi negara, dan akan digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat seperti pendidikan yang belum merata, sarana-prasarana yang jauh tertinggal serta urusan-urusan strategis lainnya.

Terkait hal itu ada hal-hal yang kiranya perlu wajib pajak ketahui tentang pemeriksaan pajak, karena meskipun terdengar remeh temeh namun hal-hal berikut ini cukup fundamental, dan hal-hal yang dimaksud itu antara lain sebagai berikut:

  1. Tujuan dari pemeriksaan pajak

Tujuan dari dilaksanakannya pemeriksaan pajak ini tidak lain adalah sebagai tolok ukur kepatuhan pembayaran pajak dari wajib pajak, hal ini sesuai dengan undang-undang KUP dan PMK no.17 2013.

  1. Jenis pemeriksaan pajak

Ada dua jenis dari pemeriksaan pajak yang disebutkan dalam PMK no.17 2013 yaitu pemeriksaan lapangan yang dilaksanakan di rumah atau tempat tinggal si wajib pajak, tempat usaha si wajib pajak maupun tempat lain yang terkait wajib pajak berada. Dan jenis yang kedua adalah pemeriksaan kantor dimana pemeriksaan ini dilakukan di kantor pelayanan pajak terdekat atau bahkan di kantor ditjen pajak.

  1. Ruang lingkup pemeriksaan

Ruang lingkup atau cakupan pemeriksaan setoran pajak ini terbagi dua yakni berdasarkan jenis pajak dan berdasarkan periode pembukuan, untuk jenis pajak sendiri maksudnya pemeriksaan meliputi salah satu jenis pajak saja, beberapa jenis pajak atau malah seluruh jenis pajak yang dapat dikenakan kepada si wajib pajak. Sedangkan periode pembukuan maksudnya pemeriksaan meliputi satu kali masa pajak, beberapa kali masa pajak atau bahkan tahun pajak yang telah lalu maupun sedang berjalan.

Informasi-informasi di atas haruslah diketahui terlebih dahulu oleh wajib pajak, agar wajib pajak siap ketika dilakukan pemeriksaan setoran pajak, selain itu pun hal ini dapat memperkecil kemungkinan penyelewengan pajak yang dilakukan oleh masyarakat tertentu. Demikian artikel tentang beberapa hal yang harus wajib pajak ketahui terkait pemeriksaan pajak, semoga dapat menjadi tambahan informasi yang berguna dan bermanfaat bagi anda maupun wajib pajak lain tentang perpajakan Indonesia.

Comments are closed.

css.php
Skip to toolbar